Saat itu saya berjalan sendiri di stasiun hendak pulang menuju rumah, lalu saya melihat seorang wanita yang sudah berumur. Ditangannya terdapat sebuah kantong plastik merah besar, terlihat keberatan dengan jalan tertatih.
Awalnya saya berniat untuk membantu, tapi saya takut kalau kami akan berbeda arah. Wanita tua itu pun berhenti dan bertanya kepada dua orang pemuda didepannya. Dan saya melewati mereka sembari mendengarkan sedikit apa yang mereka bicarakan.
"Kalau mau ke nambo diperon yang mana ya?" Tanya wanita tua itu.
"Kalau mau ke nambo diperon yang mana ya?" Tanya wanita tua itu.
"Oh kalau mau kesana ibu nyebrang dulu lewat bawah tangga" ujar salah satu pemuda di sana. Wanita tua itu berterima kasih dan menuju bawah tangga dengan kantong besar ditangannya.
Disaat itu saya menyimpulkan bahwa kami searah dan saya berniat akan membantunya nanti ketika sudah di bawah tangga, karena posisi saya yang sudah ada didepannya. Lalu sesekali saya menengok ke belakang dan melihat wanita tua itu berjalan menuruni tangga dengan kesusahan.
Dipikiran saya seketika terbesit, mungkin nanti akan ada yang membantunya, lalu saya tetap berjalan pelan didepannya sambil kadang menoleh kebelakang untuk memastikan.
hingga lumayan lama saya berjalan pelan dan ketika menoleh lagi ke belakang, saya pun melihat wanita tua itu sudah sampai di bawah tangga dengan kantong besar masih di tangannya. Sungguh miris ketika saya melihat ada beberapa wanita muda yang melewatinya tanpa berniat membantu.
Saya pun akhirnya memutar balikan badan lalu menghampiri wanita tua itu dan membantunya membawakan kantong besar ditangannya. Ia pun dengan senang hati menerima bantuan saya sambil memberikan senyumnya.
"Ibu mau kemana?" Tanya saya membuka pembicaraan.
"Ibu mau ke nambo cuma salah peron, ternyata tadi itu peron ke arah jakarta" ujarnya.
"Ibu mau kemana?" Tanya saya membuka pembicaraan.
"Ibu mau ke nambo cuma salah peron, ternyata tadi itu peron ke arah jakarta" ujarnya.
"Kaki ibu sakit jadi begini jalannya" lanjutnya dan kami pun mengobrol hingga saya menghantarnya sampai ia masuk ke dalam kereta karena kebetulan saat kami hampir tiba diperon, kereta arah nambo pun datang. Lalu saya pun melanjutkan perjalanan untuk pulang.
........
Hingga kini terkadang saya bingung, dimana hati para wanita muda itu? Apakah tidak terbesit rasa kasian sedikit pun saat melihat ada orang tua kesusahan? Mungkin banyak yang terbenak di hatinya, nanti kalau saya bantu ibu itu nolak, nanti kalau saya bantu dikira orang saya sok-sok an baik atau mungkin seperti saya, nanti kalau saya bantu searah enggak ya?
Terkadang memang kita harus memastikan bahwa ketika membantu seseorang apakah kita malah kesulitan atau tidak. Tetapi bukankah sudah jelas untuk membantu wanita tua itu? Tidak mungkin ia menyuruh kita membawa kantong plastik sampai rumahnya dan tidak mungkin juga ia menyuruh kita ikut dengannya. Namun yang paling maksimal pasti kita membantu sampai ia naik kereta. Hanya itu.
Lupakan orang lain bicara apa tentang kita, lupakan cibiran orang lain. Tugas mu hanya menawarkan pertolongan kepada orang yang membutuhkan, jangan pernah malu dan bersikap acuh. Justru itu merupakan kesempatan untuk melakukan kebaikan.
Seorang Syaikh dari Saudi Arabia berkata, "jangan remehkan kebaikan sekecil apapun, lakukan segala kebaikan yang kau bisa. Segala sesuatu yang engkau tahu adalah kebaikan, maka lakukanlah. Mungkin hal itu bisa menjadi sebab pengampunan."
Jadi, tunggu apa lagi? Semoga kisah diatas bisa menginspirasi para pembaca. Kejadian ini pun sempat membuat saya menyesal, karena tidak membantu wanita tua itu lebih awal.
Alasan saya menulis ini karena begitu amat menyedihkan melihat kebanyakan orang yang masih cuek terhadap sekitarnya. Pesan singkat saya, Cobalah untuk sedikit lebih peka terhadap orang yang di rasa membutuhkan bantuan. Terlebih untuk kalian wahai para pemuda-pemudi.
Alasan saya menulis ini karena begitu amat menyedihkan melihat kebanyakan orang yang masih cuek terhadap sekitarnya. Pesan singkat saya, Cobalah untuk sedikit lebih peka terhadap orang yang di rasa membutuhkan bantuan. Terlebih untuk kalian wahai para pemuda-pemudi.
Wanita Tua Itu
Reviewed by Admin
on
February 07, 2020
Rating:
Reviewed by Admin
on
February 07, 2020
Rating:

No comments: